Ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual
Wednesday, December 17, 2008, 20:53 -
Lain-lainPosted by Administrator
Posisi rangking 1 di search engine adalah dambaan bagi setiap pemilik website. Siapa saja bisa berada di posisi bergensi itu. Akan tetapi jangan sampai kita semua terjebak akan posisi menggiurkan tanpa melihat relitas yang sebenarnya terjadi.
Contoh kasus: siapapun dapat berada di posisi ranking 1 di search engine Google dengan kata kunci “sepatu butut” , dengan menggunakan teknik SEO yang benar posisi the best bisa di dapat.
Tapi apakah dengan kata kunci “sepatu butut” bisa mendatangkan traffic signifikan yang mengarah pada penjualan?
Dapat dikatakan bahwa banyak pemilik website bisnis menggunakan frase untuk kata kunci sebagian besar tidak tepat sasaran dan tidak dapat mendatangkan traffic dari search engine. Hal ini dapat dilihat dari statistik traffic website, disana terdapat informasi mengenai frase-frase apa saya yang digunakan pengunjung untuk menemukan sebuah website melalui search engine. Jika di dalam log statistic tidak menunjukkan adanya traffic dari kata kunci yang menjadi andalan kita, itu artinya kata kunci yang kita gunakan tidak tepat. Mereka yang menyasar pengunjung dengan kata kunci yang tidak tepat untuk datang ke websitenya dapat disebut sebagai “Invisible enterpreanure”.
Dalam menargetkan kata kunci sangat perlu untuk memperhatikan jumlah traffic yang datang, jangan hanya melihat rangkingnya saja. Tidak semua traffic dihitung sebagai traffic effektif, karena reffered search visit yang datangnya dari mesin tidak bisa masuk dalam hitungan. Quality traffic lebih penting dibanding rangking.
Terkadang orang akan terkejut dengan kenyataan bahwa apa yang dianggapnya penting tidaklah terlalu penting. Setelah melihat statistic traffic dari site diketahui dari mana asal pengunjung, berapa banyak jumlah mereka, dengan kata kunci apa mereka melakukan pencarian dan search engine apa yang mereka gunakan.
Contoh kasus: Kasus ini pernah saya temui pertama untuk kata kunci “small business ecommerce” dan dengan posisi #1 di Google, #5 di MSN dan #13 di Yahoo. Kedua dengan kata kunci “open source ecommerce” dengan posisi rangking #27 Yahoo, #7 di MSN dan #1 di Google. Ternyata untuk kata kunci pertama tidak ada sama sekali traffic berkualitas meskipun posisi rangkingnya bagus. Sedangkan kata kunci kedua dengan posisi rangking dibawahnya memiliki traffic yang lebih tinggi dan lebih berkualitas hanya untuk satu halaman saja.
Yang paling menarik adalah meskipun posisi rangking di search engine utama (Google, Yahoo, MSN) dapat dibilang sama, tetapi search engine Google memberikan traffic tertinggi sebesar 65%, Msn tidak lebih dari 1% dan Yahoo 5% sisanya dari berbagai mesin. Msn dan Yahoo hanya menyumbang 10% dari keseluruhan clickthrough.
Referred traffic adalah keadaan dimana pengunjung yang mengklik link website Anda dari hasil searching atau link. Ini mengacu pada kata kunci tertentu dan secara kumulatif untuk keseluruhan reffered traffic.
Dibanyak kasus search engine Google dapat mendatangkan 2 kali lebih banyak traffic untuk setiap kombinasi kata kunci dibanding Yahoo & MSN. Terkadang posisi rangking di Yahoo & Msn lebih bagus dari pada rangking di Google tapi traffic yang didatangkan lebih rendah dari Google.
Jika Google tiba-tiba menghilang, akan ada banyak sekali penurunan jumlah pengunjung di untuk semua site di web. Dunia akan kehilangan setengah dari traffic yang datang dari search engine. Lihatlah statistic traffic untuk volume natural search engine referred traffic (bukan PPC) dan kata kunci apa yang dapat mendatangkan traffic lebih penting dari kata kunci yang memiliki rangking di search engine.
Semuanya tidak melulu rangking #1, ada banyak faktor untuk menjadi sukses di internet antara lain : struktur website, konten website, pemilihan kata kunci, pemilihan search engine dan jangan dilupakan posisi rangking di search engine. Jangan sampai pengunjung kita orang yang salah hanya karena kita salah pilih kata kunci dan salah pilih search engine.
Hindari praktek “Keyword Voodoo” untuk merangking kata-kata yang tidak dicari orang.
Menarget kata kunci yang salah hanya menjadikan kita salah satu dari Invisible Entrepreneurs.
Source :http://www.seokita.com